Jam di tangan saya menunjukkan pukul 03.00
Sabtu, 25 Agutus 2007, kami sampai di Parkiran Hotel Bromo Permai
Ketika saya dan temen2 turun dari mobil
Hawa dingin begitu menusuk tulang.. brrrrrrrr.....
Saya lihat mas yusuf menggigil..
Sedangkan Pak Aryana sedang asyik mengenakan jaket dan topinya
Ahh.. terlalu tanggung untuk menginap di hotel..
Sebentar lagi sudah jam 03.30 waktunya naik ke penanjakan..
Kami didatangi penduduk setempat yang menawarkan sewa Hard Top
Kami pun segera tawar menawar sewa mobil tersebut.
DEAL !!!.. 250 rb untuk ke penanjakan dan gunung bromo…
Kami segera melengkapi perlengkapan untuk melihat sun rise
Sarung tangan dan topi ala teroris segera kami beli…
Pak Tono, nama sopir hard top yang kami sewa segera menyalakan mobilnya..
Reeeeng…reeeng.. gas di injak kami segera melaju di lautan pasir
Sekeliling masih gelap, jalan meliuk-liuk di depan hanya bisa kami lihat dengan sorot lampu mobil kami..
40 menit kemudian kami sampai dipuncak penanjakan..
Ahaa.. ada warung penjual mie kuah dan energen coklat yang hangat.
Kami semua sepakat singgah sambil mengusir dingin..
Puncak penanjakan 100 m di depan..
Kami tempuh dengan jalan kaki..
Jingga di timur berangsur-angsur semakin terang..
Beruntungnya kami, pagi itu di timur tidak ada kabut..
Sang surya perlahan-lahan menampakkan wajahnya..
Dibelakang kami gunung bromo, gunung batok dan lautan pasir.
Serta hamparan kabut seperti lautan yang tenang,.
Indahnya Bromo..
Akan lebih indah, seandainya kamu bisa gabung kemarin disana....
Hmmm,, mungkin disuatu kesempatan di lain masa...
1 comment:
jadi inget PASMA (pecinta alam SMA 5)...
lebih seru n romantis kl ga cm cowok yg ikut pendakian...
but anyway,seru kok walau cm liat dr foto....
Post a Comment